Kamis, 15 Desember 2016

Jangan Terlalu Lama Menunggu

Orang-orang baik yang telah kamu lewatkan mungkin menjadi pertanda bahwa; kamu belum sebaik dirinya atau kamu terlalu baik baginya. 

 

Dan rasanya, memang tidak menyenangkan melewatkan yang demikian. Apalagi bila ia tiba-tiba muncul disaat kita sedang ragu-ragu pada kesiapan diri kita sendiri. Juga dengan kesadaran bahwa yang sebaik ini hanya sedikit sekali dan ia datang kepada kita. Bukan kepada yang lain.
Lalu kita terlalu lama dalam ragu. Terlalu lama mengulur waktu. Overthinking.

Sabtu, 14 Februari 2015

Beeliau Ayahku :')


Yang setiap waktu sholat hadir dalam jamaah di mesjid sejak beliau masih muda
yang sholat malamnya panjang
yang sholat dhuhanya Istiqomah
yang shaum sunnahnya luar biasa
yang membangunkanku setiap subuh dengan guyuran air karena tak kunjung bangun menunaikan sholat subuh
yang rela melekatkan batang rotan pada darah dagingnya apabila meninggalkan sholat
yang tega menelantarkan  ketiga putrinya dan anak laki-lakinya masuk pesantren, dan menyerahkan tanggung jawab pendidikan agamanya berada sepenuhnya ditangannya
yang mengajarkan aku dan kedua kakakku serta adikku apa itu alif, apa itu ba, apa itu tsa.
yang mewajibkan aku dan kedua kakakku juga adikku hapal juz 30.
yang mendampingi kedua kakakku hingga hapal Surat Al Waqiah dan Yasin, memastikan hapalan ini masih kuat sampai  dijemput ajal.
yang memaksaku masuk ke MAN DENANYAR Jombang
yang selalu menegur kalau penghuni rumah makan dengan tangan kiri atau minum berdiri
yang terjaga sepanjang malam apabila aku, adikku atau kakakku sakit
yang selalu bisa mengoreksi bacaan panjang pendek hanya melalui pendengarannya ketika penghuni rumah sedang membaca Al Quran
yang hebat ilmu mawaris, fiqih dan bahasa arabnya
yang selalu membawakan aksesoris cantik waktu di SD dulu
yang hingga detik ini masih membangunkanku sholat malam dengan sebuah pesan singkat berisi “Allahuakbar”
yang cemburu jika aku dekat dengan seorang lelaki, dan tak pernah mengizinkan aku dan kedua kakakku pacaran
yang mempersunting ibuku tanpa proses “pacaran” dengan tawaran iman dan sholatnya.
yang berani melamar ibuku dengan gaji kecil PNSnya walaupun saat itu gaji ibuku lebih tinggi. (tapi dunia berputar, sekarang situasi berbeda, iya gak buk? hehe)
yang meyakinkan ibuku dengan iman, sholat, dan sabar dalam menghadapi kerikil-kerikil rumah tangga
yang selalu bisa dan rela meninggalkan pekerjaannya demi urusan keluarga
yang serba bisa memperbaiki perabot rumah tangga walaupun bukan lulusan otomotif, kelistrikan, teknik, maupun pertukangan.
yang…..

ah aku kehabisan kata.
Kata tak pernah cukup melukiskan siapa Ayah.
Semoga Ayah selalu sehat dalam lindungan Allah
Semoga aku bisa jadi anak sholehah yang selalu mendoakan orang tua
Semoga aku bisa nemu pendamping yang mirip sama Ayah. Amin!

Senin, 03 November 2014

Kita sering menghindari orang yang (katanya) mencintai kita. Karena kita tidak ingin dicintai oleh orang tersebut. Karena kita tidak suka disukai oleh orang tersebut.

Kita sering mengejar orang yang (sepertinya) kita cintai. Karena kita menginginkannya meski orang itu enggan. Kita menjadi orang yang dihindari, bahkan menjadi orang yang dibenci. Padahal kita datang dengan rasa cinta?

Kita bertanya, “Apa salahnya?”

Kita akan belajar kebijaksanaan bila kita mampu menempatkan diri dalam posisi-posisi orang lain. Orang-orang yang kita benci, orang-orang yang kita hindari, orang-orang yang kita enggan bergaul dengannya, orang-orang yang bahkan sering kita caci.

Kita kehilangan banyak waktu untuk urusan yang tidak begitu perlu, kita kehilangan banyak kesempatan demi mengejar hal-hal yang sama sekali tidak penting. Kita terlalu bersedih pada penolakan, padahal kita pun sering melakukan penolakan. Kita terlalu berduka karena dijauhi, padahal kita pun sering menjauhi.

Kita harus belajar mencintai dengan bijaksana. Sesuatu yang sering dilupakan oleh banyak manusia. Tidak gegabah dan terburu-buru, tidak terlalu menampilkan isi hati, pandai menyiasati perasaan, berhati-hati dalam berucap, pandai mengatur logika. Cinta tidak akan menjadi sebuah keindahan bila diikuti dengan laku yang tidak santun.

Bukankah kita menghindari seseorang yang mencintai kita bukan karena orang tersebut? Lebih kepada caranya mencintai kita yang begitu norak. Kita ingin diperlakukan dengan istimewa dan terhormat. Maka, belajarlah untuk memperlakukan cinta kita kepada orang lain secara terhormat. Kita akan belajar menyikapi perasaan kita dengan bijaksana.

Sabtu, 04 Oktober 2014

Kamu berantakan dan aku terlalu rapi, bisakah kita menyeimbangkan?
Kamu tepat waktu sedang aku sering lupa waktu, bisakah kita menyeimbangkan?
Kamu cerdas dan aku biasa-biasa saja, bisakah kita menyeimbangkan?
Kamu pendiam lalu aku banyak bicara, bisakah kita menyeimbangkan?
Kamu suka membaca buku dan aku suka bernyanyi, bisakah kita menyeimbangkan?
Kamu sangat murah hati sementara aku pelit sekali, bisakah kita menyeimbangkan?
Kamu pandai mengaji dan aku biasa-biasa aja, bisakah kita menyeimbangkan?
Kamu pelupa sedangkan aku ingat setiap detil, bisakah kita menyeimbangkan?
Kamu menyukai petualangan sementara aku lebih suka bepergian yang aman, bisakah kita menyeimbangkan?

Kita tidak mesti sama dalam segala hal, kan? Kita bisa menyeimbangkan, kan?

Sabtu, 23 Agustus 2014

Komik "Jodoh Pasti Bertemu"

Jaman dahulu kala, semua orang berbagi 1 hati. Semua orang   berpasang-pasangan, sebelum akhirnya kekuatan langit memisahkan mereka...
 

 Kini, semua orang harus kehilangan "setengah" diri mereka yang lain. Mereka tak lagi berpasang-pasangan...


Semua orang sibuk mencari pasangan mereka, dimana mereka sebelumnya sudah berbagi hati...

 
Namun, ternyata usaha itu tidak mudah.... Wahai pasangan hidupku dimana kamu?
 

 Manusia terus mencari separuh jiwanya. Ada yang beruntung bisa menemukanya (kembali).

Setelah menemukannya, manusia bisa berpasangan lagi.
 

 Namun, ada juga yang tidak seberuntung itu. Ia tetap sendiri...

Sampai akhirnya....

 Akan ada suatu masa dimana kita akan menemukan kepingan hati yang dulu hilang. 



Tamat.

Sabtu, 19 April 2014

aku harus menunggu, lagi lagi :'(

Kau harus tahu,
langit dan bumi tidak pernah menyatu,
tapi ketika hujan, mereka bisa bersatu erat saling bercengkerama begitu indah, atas setiap tetesnya.
Amat mesra saling menyapa.

Kau harus tahu,
lautan dan matahari tidak pernah menyatu.
tapi ketika sunset, matahari tenggelam di kaki langit sana,
maka garis horizon laut memeluk erat sang matahari.
Untuk besok berjanji kembali akan bersua
Di sini, di tempat yg sama, di waktu terjanjikan

Kau harus tahu,
bulan dan permukaan kolam jauh saja letaknya
tapi saat purnama, tataplah permukaan kolam yang tenang
maka bulan persis berada di dalam relung hatinya
Memantulkan bayangan begitu anggun
kebersamaan singkat yang begitu mempesona

Maka,apalagi kita?
Manusia yang tinggal di tanah yg sama
Kita tidak dipisahkan bagai langit dan bumi
Kisah cinta kita bisa begitu spesial
Di tangan orang2 yang bersabar dan senantiasa tahu batasnya.
Sungguh percayalah